Jumat, 21 Oktober 2011

Ikan Unik Hidupnya Berenang Terbalik

ikan-unik-aneh
Ikan Unik Hidupnya Berenang Terbalik - Ikan yang berenang terbalik ini namanya synodontis . Ikan synodontis merupakan jenis ikan hias air tawar yang berasal dari daerah sungai Nil di benua Afrika. Ikan ini termasuk dalam golongan catfish dari famili Mochokidae.

Nama synodontis berasal dari bahasa Yunani, yaitu syn berarti bersama dan odon berarti gigi karena ikan synodontis senang berkelompok bersama sejenisnya dan memiliki gigi-gigi mandibular.

Ikan synodontis memiliki keindahan pada sirip dorsalnya yang tegak dan menjulur panjang sehingga sering dijuluki featherfin catfish. Ikan synodontis juga memiliki keunikan yaitu dapat berenang dengan posisi terbalik. Terkait dengan keunikannya tersebut ikan ini memiliki daya tarik dan digemari para penggemar ikan hias. Ikan ini memakan beberapa pakan seperti cacing, larva nyamuk, pellet, dll


ikan-unik-aneh2

ikan-unik-aneh3

ikan-unik-aneh4

ikan-unik-aneh5

10 Pasukan Khusus Yang Dimiliki Indonesia

berikut ini adalah 10 jenis pasukan elit yang dimiliki pemerintah kita Indonesia, masing - masing pasukan punya kelebihan dan keterampilan khusus, baik untuk bertahan ataupun untuk kesuksesan misi, simak berikut ini dan tentukan favorit anda


1. Korps Brimob:


Brimob termasuk satuan elit dalam jajaran kesatuan Polri, Brimob juga tergolong ke dalam sebuah unit paramiliter ditinjau dari tanggung jawab dan lingkup tugas kepolisian.



2. Densus 88 antiteror:
Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 adalah satuan khusus Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk penanggulangan teroris di Indonesia. Detasemen 88 dirancang sebagai unit antiteroris yang memiliki kemampuan mengatasi gangguan teroris mulai dari ancaman bom hingga penyanderaan.

3. Batalyon raider:
Batalyon Raider adalah satu batalyon pasukan elit infanteri Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Raider adalah kualifikasi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dilatih untuk menguasai 3 kemampuan. Kemampuan tersebut adalah:


1. Kemampuan sebagai pasukan anti-teroris untuk pertempuran jarak dekat.
2. Kemampuan sebagai pasukan lawan gerilya dengan mobilitas tinggi.
3. Kemampuan untuk melakukan pertempuran-pertempuran berlanjut (panjang).


4. Kostrad Tontaipur:

Peleton Intai Tempur (Tontaipur) merupakan satuan elite Kostrad terbaru, diresmikan pada tanggal 4 Agustus 2001. Setelah latihan secara intensif selama lima bulan, 97 pasukan yang diseleksi dari Brigade Infantri 9 dan Brigade Infantri 13 Kostrad menjadi prajurit-prajurit pertama satuan elite ini.


Sesuai kualifikasinya, Tontaipur akan diterjunkan untuk misi pengintaian jarak jauh ke wilayah musuh dan melakukan penghancuran terhadap sasaran-sasaran penting. Diantara perlengkapan yang dibawa, mereka akan dibekali senapan serbu khusus berikut teropong bidik malam (NVG, night vision goggle). Tiap personel Tontaipur ini memiliki kemampuan operasi sekaligus di tiga matra, yakni di darat, laut, dan udara.


Uji coba pertama bagi Tontaipur adalah operasi penumpasan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).


5. Phaskhas TNI-AU:

Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (disingkat Korpaskhasau, Paskhas atau sebutan lainnya Baret Jingga), merupakan pasukan (khusus) yang dimiliki TNI-AU. Paskhas merupakan satuan tempur darat berkemampuan tiga matra: laut, darat, udara. Dalam operasinya, tugas dan tanggungjawab Paskhas lebih ditujukan untuk merebut dan mempertahankan pangkalan udara dari serangan musuh, untuk selanjutnya menyiapkan bagi pendaratan pesawat kawan. Kemampuan ini disebut dengan Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara Depan (OP3UD).


6. Kopaska TNI-AL:

Komando Pasukan Katak atau lebih dikenal dengan sebutan Kopaska didirikan 31 Maret 1962 oleh Presiden Sukarno untuk mendukung kampanye militer di Irian Jaya. Satu grup di Armada Barat di Jakarta, dan satu grup di Armada Timur di Surabaya. Tugas utama mereka adalah menyerbu kapal dan pangkalan musuh, menghancurkan instalasi bawah air, penyiapan perebutan pantai dan operasi pendaratan kekuatan amfibi.

Detasemen Jala Mangkara (disingkat Denjaka) adalah sebuah detasemen pasukan khusus TNI Angkatan Laut. Denjaka adalah satuan gabungan antara personel Kopaska dan Taifib Korps Marinir TNI-AL.


7. Kopassus TNI-AD:




Komando Pasukan Khusus yang disingkat menjadi Kopassus adalah bagian dari Bala Pertahanan Pusat yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat yang memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror. Prajurit Kopassus dapat mudah dikenali dengan baret merah yang disandangnya, sehingga pasukan ini sering disebut sebagai pasukan baret merah. Kopassus memiliki moto Berani, Benar, Berhasil.


8. Sat Gultor 81 Kopassus

Satuan 81/Penanggulangan Teror atau disingkat Sat-81/Gultor adalah satuan di Kopassus yang setingkat dengan Grup, bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur. Kekuatan dari satuan ini tidak dipublikasikan secara umum mengenai jumlah personil maupun jenis persenjataannya yang dimilikinya, semua itu dirahasiakan.
selalu hadir di setiap bencana alam


9.Indonesian Customs:
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai disingkat DJBC atau bea cukai adalah nama dari sebuah instansi pemerintah yang melayani masyarakat di bidang kepabeanan dan cukai. Seiring dengan globalisasi bea dan cukai mengenakan istilah CUSTOMS, dipersenjatai untuk menangkal masuk nya barang-barang larangan ke Indonesia!


10. Pasukan khusus yang sering nongol di tipi !!
Pasukan Khusus ...... Bongkar - Bongkar
Gaya nya melebihi pasukan elit di atas!
Lagi beraksi nih

Senin, 14 Februari 2011

Injeksi Tinja Obati Sakit Pencernaan Kronis

Injeksi Tinja Obati Sakit Pencernaan Kronis

sakit perut

Mungkin Anda sudah sering mendengar pengobatan alternatif menggunakan terapi urin atau darah. Tapi, bagaimana dengan terapi pengobatan menggunakan tinja?

Sebuah penelitian yang terbit di Journal of Clinical Gastroenterology mengungkap metode injeksi tinja atau 'transpoosions' untuk menyembuhkan gangguan pencernaan kronis akibat infeksi bakteri clostridium difficile.

"Pengobatan tersebut sangat efisien, dengan tingkat kesembuhan 90 persen untuk penggunaan pertama kali. Hasilnya aman, tanpa efek samping, dan dapat memecahkan masalah dalam hitungan jam," kata Dr Lawrence Brandt dari Montefiore Medical Center, di New York, seperti dimuat Aol Health.

Brandt mengatakan, injeksi tinja bisa dilakukan melalui enema, prosedur pemasukan zat ke dalam kolon melalui anus. Bisa juga melalui pipa lambung, berupa selang yang dimasukkan ke lambung lewat hidung.

Selama ini, pasien terinfeksi bakteri clostridium difficile mengandalkan suntikan antibiotik sebagai pengobatan. Clostridium difficile merupakan jenis bakteri yang sulit dimatikan dibandingkan jenis lain seperti C botulinum, dan C perfringens. Infeksi bakteri Clostridium biasanya ditandai diare.

Karakter Clostridium difficile yang sulit mati membuat racikan antibiotik menjadi mahal. Di Amerika Serikat, antibiotik pembunuh Clostridium difficile mencapai US$60 atau sekitar Rp870 ribu per butir. Sekali pengobatan bisa mencapai US$2.000 hampir Rp19 juta.

Meski mahal, suntikan antibiotik belum tentu mempan membunuh bakteri. Bahkan, tak jarang menyebabkan diare kronis. "Tingkat kegagalan antibiotik 10-20 persen dengan peluang kambuh 60 persen," ujarnya.

Itulah mengapa Brandt begitu bersemangat mengembangkan pengobatan alternatif menggunakan injeksi tinja. Selain lebih murah, metode injeksi tinja tidak memiliki efek suntikan antibiotik yang dapat mengancam kekacauan metabolisme tubuh.

Brandt mengatakan, injeksi tinja bisa didapat melalui donor tinja yang telah melalui uji laboratorium. "Ada beberapa bank donor di Australia, tapi di Amerika Serikat, kami menggunakan tinja segar dari donor," katanya. "Kami memisahkan pendonor yang mengidap AIDS, sifilis, hepatitis, patogen dan parasit lainnya."

Meski klaim keberhasilan pengobatan ini mencapai 90 persen, banyak dokter enggan beralih ke 'antibiotik' alami tersebut. "Sulit membayangkan pengobatan menggunakan kotoran. Saya khawatir, penggunaan tinja sebagai antibiotik berpotensi mencipta masalah baru pada pasien, seperti infeksi silang," kata Dr Saad Habba, seorang ahli penyakit lambung asal New Jersey.

Minggu, 13 Februari 2011

Juara Liga Champions dari Tahun ke Tahun

Berikut ini juara Piala Eropa / Liga Champions UEFA dari tahun ke tahun, menjelang putaran 16 besar turnamen 2010-2011 yang berlangsung Selasa.

2010: Inter Milan (Italia) 2009: Barcelona (Spanyol) 2008: Manchester United (Inggris) 2007: AC Milan (Italia) 2006: Barcelona (Spanyol) 2005: Liverpool (Inggris) 2004: Porto (Portugal) 2003: AC Milan (Italia) 2002: Real Madrid (Spanyol) 2001: Bayern Munich (Jerman) 2000: Real Madrid (Spanyol) 1999: Manchester United (Inggris) 1998: Real Madrid (Spanyol) 1997: Borussia Dortmund (Jerman) 1996: Juventus (Italia) 1995: Ajax (Belanda) 1994: AC Milan (Italia) 1993: Marseille (Prancis) 1992: Barcelona (Spanyol) 1991: Red Star Belgrade (Yugoslavia) 1990: AC Milan (Italia) 1989: AC Milan (Italia) 1988: PSV Eindhoven (Belanda) 1987: Porto (Portugal) 1986: Steaua Bucharest (Romania) 1985: Juventus (Italia) 1984: Liverpool (Inggris) 1983: Hamburg (Jerman) 1982: Aston Villa (Inggris) 1981: Liverpool (Inggris) 1980: Nottingham Forest (Inggris) 1979: Nottingham Forest (Inggris) 1978: Liverpool (Inggris) 1977: Liverpool (Inggris) 1976: Bayern Munich (Jerman) 1975: Bayern Munich (Jerman) 1974: Bayern Munich (Jerman) 1973: Ajax (Belanda) 1972: Ajax (Belanda) 1971: Ajax (Belanda) 1970: Feyenoord (Belanda) 1969: AC Milan (Italia) 1968: Manchester United (Inggris) 1967: Celtic (Skotlandia) 1966: Real Madrid (Spanyol) 1965: Inter Milan (Italia) 1964: Inter Milan (Italia) 1963: AC Milan (Italia) 1962: Benfica (Portugal) 1961: Benfica (Portugal) 1960: Real Madrid (Spanyol) 1959: Real Madrid (Spanyol) 1958: Real Madrid (Spanyol) 1957: Real Madrid (Spanyol) 1956: Real Madrid (Spanyol) Gelar per klub : Real Madrid (Spanyol): 9 AC Milan (Italia): 7 Liverpool (Inggris): 5 Bayern Munich (Jerman), Ajax (Belanda): 4 Barcelona (Spanyol), Inter Milan (Italia), Manchester United (Inggris): 3 Benfica (Portugal), Juventus (Italia), Nottingham Forest (Inggris), Porto (Portugal): 2 Catatan : Kompetisi ini dikenal dengan nama Piala Eropa hingga 1993, kemudian diubah menjadi Liga Champions.