Senin, 17 Mei 2010

Teman Jadi Mesra



Teman jadi Mesra

Anda berteman dengan seseorang dari kecil. Kalian main layangan bersama, saling mengejek namun juga saling membela. Namun Anda menyadari perasaan Anda telah berubah. Bagaimana Anda bisa menyampaikan ini tanpa merusak persahabatan? Glamour Magazine memberi beberapa tips untuk Anda:

1. “Oi, panggil nama dong, gan!”
Sebutan ‘yo’, ‘oi’, ‘bro’, ‘coy’, ‘gan’, ‘sis’, atau panggilan lain yang termasuk kategori ‘pertemanan’ mungkin nyaman digunakan, tapi akan mengirim sinyal Anda hanya ingin bersahabat. Sesekali panggil dengan nama pertamanya dan lihat reaksinya!

2. Ubah rutinitas
Ciptakan kesempatan untuk menebarkan suasana romantis. Tinggalkan dulu bola basket dan ajak makan malam.

3. Berdandan
Tetaplah menjadi diri sendiri, tapi sesekali, coba tukar kaos kutang dengan kemeja lengan pendek. Berpakaian berbeda menunjukkan Anda menganggap pertemuan sebagai hal yang istimewa.

4. Jangan menutup diri
Kencani orang lain yang juga menyukai Anda. Tidak ada yang salah dengan kompetisi yang sehat, dan persaingan mungkin akan mempercepat si dia menyadari perasaan yang sama untuk Anda!

5. Tidak selalu ‘tentang kita’
Ia tidak akan menjadi pacar Anda karena orang di sekitar terus-menerus membicarakan betapa cocoknya kalian. Jadi, meski Anda ingin melonjak-lonjak gembira saat mendengar gosip itu, pura-pura tenang dan abaikan.

6. Uji godaan
Akan terlihat sangat palsu jika Anda mulai mengedip-ngedipkan mata saat main basket bersama. Tapi tidak ada salahnya jika Anda lebih sering tersenyum dan tertawa, atau bahkan memasak untuknya!

7. Ayo maju!
Cara terburuk memendam kerinduan adalah dengan duduk di samping mereka dan tidak mengatakan apa-apa. Jika Anda harus terus menerus menahan diri, Anda bisa sakit. Stop menyiksa diri. Ajak dia berkencan!

8. Orang sabar disayang Tuhan
Anda telah melakukan poin 1-7, namun dari reaksinya, si dia tak punya perasaan yang sama. Tetaplah berteman dan siapa tahu, Anda berjodoh di masa depan! (mg)
×
Anda yakin ingin menghapus postingan ini?

Minggu, 04 April 2010

Penyakit yg sering di alami kaum hawa

Nangisuitis

Akibat terlalu sensitif. Gejalanya bibir cemberut,Mata kedip-kedip. Efek sampingnya Mata bengkak, saputangan banjir, hidung meler, bawaannya ngurung diri atau terkena penyakit

Curhatitis A

Penyakit ini bisa diobati dengan obat Tegaridol, OBH (Obat Berhati Hamba).

Curhatitis B

Bawaanya pengen nyerocos, Efek samping rahasia orang bisa bocor, terkena Nangisuitis,Penyakit ini bisa diarahkan positif jika IA bercuhatitisnya ke orang yang tepat, apalagi sama Tuhan.

Shooping Syndrome

Gejalanya pengen jalan mulu, Mata melotot, Efek sampingnya lidah ngiler, mulut nganga, dompet jadi tipis. Jika sudah masuk stadium 4(parah banget) dompet cowoknya ikut tipis. Coba minum hematcold atau tablet PD (Pengendalian Diri).

Cerewetisme

Lebih parah dari Curhatitis B, tidak mengandung titik koma. Efek samping muncrat, telinga tetangga budek, dada cowoknya bisa jadi lebih halus karena sering mengelus. Lebih cepat makan pil dengar Dan minum tablet bicara lebih diperlambat.

Lamanian Dandanitos

Pengennya diem depan cermin. Tangan kiri? Gatel-gatel pengen pegang sisir, tangan kanan kram-kram pengen teplok-teplok pipi pake bedak. Efek samping: menor, telat, cowoknya berkarat, gak kebagean makanan. Minum segera Sari Bawak (Bagi Waktu) Dan Taperi (tambah percaya diri). Buat cowok minum Toleransikipil 230 sendok sehari sesudah Dan sebelum mandi.

Cemburunotomy

Gejala muka lonjong, tangan mengepal, Ali menukik. Coba cegah dengan obat sirup prasangka baik tiga sendok sehari, Pil pengertian Dan tablet selidiki dahulu. Ngambekilation
Gejala hampir sama dengan Cemburubotomy. Minum Sabaron Dan Bersyukurinis.

Minggu, 14 Februari 2010

satu purnama

perempuan datang atas nama cinta..
bunda pergi karna cinta....
di genangi air racun jingga adalah wajahnya...
seperti bulan lelap tidur di hatimu...
yang berdinding kelam dan kedinginan...
ada apa dengan nya...?
tinggalkan hati tuk di caci...
baru skali ini aku lihatkata surga dari seorang hawa...
ada apa dengan cinta...?
tapi aku pasti akan kembali dalam satu purnama...
untuk mempertanyakan kembali cinta nya...
bukan untuknya...
bukan untuk siapa...
tapi untuk ku karna aku ingin tahu itu...

ada apa dengan cinta

ku lari ke hutan.... kemudian menyanyi ku...
ku lari ke pantai... kemudian teriak ku...
sepi...sepi... dan sendiri aku benci...
aku pingin bingar...
aku mau di pasar....
bosan aku dengan penat....
enyah saja kau pekat....
seperti berjelaga jika ku sendiri...
pecahkan saja gelas... biar ramai....
biar mengaduh sampai gaduh.....
ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih...
knapa tak goyangkan lonceng nya....
biar terdera....atau aku harus lari ke hutan... lalu ke pantai...